Bahasa merupakan alat komunikasi antar setiap individu dalam menjalani kehidupan sehari –hari. Tanpa bahasa kita tidak dapat mengetahui hal – hal yang disampaikan oleh orang lain sehingga penting bagi kita untuk mempelajari bahasa. Banyak dari kita yang tertarik untuk mendalami vagasse tertentu. Mempelajari bahasa orang lain atau negara lain membuat kita jadi bisa berinteraksi dengan orang banyak, bukankah hal tersebut menarik ? Disamping itu kita juga mendapat bonus untuk mengetahui keragaman negara lain melalui komunikasi.
Perkiraan jumlah bahasa di Dunia beragam antara
6.000–7.000 bahasa. Namun, perkiraan tepatnya bergantung pada suatu perubahan
sembarang yang mungkin terjadi antara bahasa dan dialek. Bahasa alami adalah
bicara atau bahasa isyarat, tetapi setiap bahasa dapat disandikan ke dalam
media kedua menggunakan stimulus audio, visual, atau taktil, sebagai contohnya,
tulisan grafis, braille, atau siulan. Hal ini karena bahasa manusia bersifat
independen terhadap modalitas. (https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa)
Nah tahukah kalian bahwa setiap bulan Oktober,
Indonesia merayakannya sebagai bulan bahasa dan sastra ? Barangkali memang banyak
yang belum mengetahui karena biasanya kalangan akademisi, penggiat bahasa, pemerhati
bahasa, serta orang – orang yang turut memfokuskan kegiatan dengan hal – hal kebahasaan
saja yang mengetahuinya. Namun, kalian tentu ingat sewaktu duduk dibangku
Sekolah Menengah Pertama (SMP) & Sekolah Menengah Atas (SMA), Oktober
menjadi bulan yang dinantikan OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) untuk
mengadakan berbagai perlombaan guna merayakan bulan bahasa dan sastra. Kegiatan
yang dibuat diharapkan mampu menarik minat baca dan tulis. Tidak sedikit yang
terlibat untuk menampilkan gaya bahasa, kegigihan dan keterampilan berbahasa. Lomba
menulis pidato biasanya menjadi bagian yang paling dinanti, selain melatih
berpikir dan menuangkan gagasan keatas selembar kertas sesuai tema yang ditentukan
panitia lomba, juga melatih self –
confident untuk berdiri di depan orang banyak untuk menyampaikan buah –
buah pikiran sendiri. Ada yang tidak kalah menarik pula yaitu lomba baca puisi,
menulis short stroy hingga story – telling.
Sudah sepatutnya bulan bahasa dan sastra dikenal
berbagai kalangan sehingga millenials dan Gen – Z tidak melulu bersaing untuk
mempelajari bahasa negara lain karena hobby tertentu, namun mencintai dan
mengembangkan bahasa sendiri dalam literasi. Menjadi bagian dari negara majemuk
sangatlah unik karena beragam cerita yang bisa digali dan ditulis. Tujuannya
tidak lain sebagai bentuk memelihara semangat dan meningkatkan peran serta
masyarakat luas dalam menangani masalah bahasa dan sastra itu.
Next,
jangan lupa rayakan bulan bahasa dan sastra Indonesia sebagai wujud kecintaan
terhadap bahasa dan sastra Indonesia! Kamu mau merayakannya dengan cara apa ? Kembangkan bahasa daerah masing - masing juga menarik loh, just do it.

Comments
Post a Comment