Skip to main content

Bulan Bahasa & Sastra

    

    Bahasa merupakan alat komunikasi antar setiap individu dalam menjalani kehidupan sehari –hari. Tanpa bahasa kita tidak dapat mengetahui hal – hal yang disampaikan oleh orang lain sehingga penting bagi kita untuk mempelajari bahasa. Banyak dari kita yang tertarik untuk mendalami vagasse  tertentu. Mempelajari bahasa orang lain atau negara lain membuat kita jadi bisa berinteraksi dengan orang banyak, bukankah hal tersebut menarik ? Disamping itu kita juga mendapat bonus untuk mengetahui keragaman negara lain melalui komunikasi.


(Gambar. https://lombokpost.jawapos.com/opini/02/12/2019/perkembangan-bahasa-indonesia-sebagai-pemersatu-bangsa/)

    Perkiraan jumlah bahasa di Dunia beragam antara 6.000–7.000 bahasa. Namun, perkiraan tepatnya bergantung pada suatu perubahan sembarang yang mungkin terjadi antara bahasa dan dialek. Bahasa alami adalah bicara atau bahasa isyarat, tetapi setiap bahasa dapat disandikan ke dalam media kedua menggunakan stimulus audio, visual, atau taktil, sebagai contohnya, tulisan grafis, braille, atau siulan. Hal ini karena bahasa manusia bersifat independen terhadap modalitas. (https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa)
    
    Nah tahukah kalian bahwa setiap bulan Oktober, Indonesia merayakannya sebagai bulan bahasa dan sastra ? Barangkali memang banyak yang belum mengetahui karena biasanya kalangan akademisi, penggiat bahasa, pemerhati bahasa, serta orang – orang yang turut memfokuskan kegiatan dengan hal – hal kebahasaan saja yang mengetahuinya. Namun, kalian tentu ingat sewaktu duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) & Sekolah Menengah Atas (SMA), Oktober menjadi bulan yang dinantikan OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) untuk mengadakan berbagai perlombaan guna merayakan bulan bahasa dan sastra. Kegiatan yang dibuat diharapkan mampu menarik minat baca dan tulis. Tidak sedikit yang terlibat untuk menampilkan gaya bahasa, kegigihan dan keterampilan berbahasa. Lomba menulis pidato biasanya menjadi bagian yang paling dinanti, selain melatih berpikir dan menuangkan gagasan keatas selembar kertas sesuai tema yang ditentukan panitia lomba, juga melatih self – confident untuk berdiri di depan orang banyak untuk menyampaikan buah – buah pikiran sendiri. Ada yang tidak kalah menarik pula yaitu lomba baca puisi, menulis short stroy hingga story – telling.
    Sudah sepatutnya bulan bahasa dan sastra dikenal berbagai kalangan sehingga millenials dan Gen – Z tidak melulu bersaing untuk mempelajari bahasa negara lain karena hobby tertentu, namun mencintai dan mengembangkan bahasa sendiri dalam literasi. Menjadi bagian dari negara majemuk sangatlah unik karena beragam cerita yang bisa digali dan ditulis. Tujuannya tidak lain sebagai bentuk memelihara semangat dan meningkatkan peran serta masyarakat luas dalam menangani masalah bahasa dan sastra itu.
    Next, jangan lupa rayakan bulan bahasa dan sastra Indonesia sebagai wujud kecintaan terhadap bahasa dan sastra Indonesia! Kamu mau merayakannya dengan cara apa ? Kembangkan bahasa daerah masing - masing juga menarik loh, just do it.

Comments

Popular posts from this blog

Perempuan, Kekuasaan Global dan Perlawanan atas Perampasan Kehidupan

Sumber Gambar Perempuan, Kekuasaan Global dan Perlawanan atas Perampasan Kehidupan Tema International Women’s Day 2 026 menegaskan dua pesan yang saling melengkapi. Di tingkat resmi, melalui UN Women, dunia mengusung seruan Rights. Justice. Action. For All Women and Girls.  Sementara dalam kampanye global yang lebih luas, muncul semangat Give to Gain  yang menekankan solidaritas, kolaborasi dan saling menguatkan antar perempuan. Kedua tema ini benar-benar sangat berkaitan. Rights, Justice and Action  berbicara tentang kewajiban negara dan struktur kekuasaan untuk menjamin hak serta keadilan melalui kebijakan nyata. Adapun Give to Gain  menegaskan bahwa perubahan tidak hanya lahir dari regulasi, tetapi juga dari keberanian berbagi ruang, akses, pengetahuan dan dukungan di antara sesama perempuan. Di tengah dunia yang masih didominasi kepemimpinan laki-laki dalam pusat kekuasaan politik serta ekonomi global, tema ini menjadi relevan dan mendesak. Data UN Wo...

"Saudara tak Sedarah"

Kau bilang aku adalah teman, Kau bilang aku adalah sedarah, Kau bilang aku adalah bagian utuh dari padamu Wahai saudara-ku Dalam cengkramanmu, dalam pangkuanmu,  Banyak tanya yang belum ku temui jawab Banyak keresahan yang belum ku temui penenangnya Wahai saudara-ku Setengah abad, bahkan lebih waktu yang kita lalui bersama Beratap langit dan beralas tanah ku yang subur melimpah Kau sungguh kagum dan menikmatinya Kau bahkan telah menghilangkan nilai sakral daripada tanah Ku Kau bilang aku adalah teman, Kau bilang aku adalah sedarah, Kau bilang aku adalah bagian utuh dari padamu Wahai saudara-ku Kau menghianati Ku Kau beri sebagian tanah Ku kepada orang asing Kau mengeruk tanah Ku sesukamu  Kau sama sekali tidak meminta restu Ku Tidakkah kau tau? Leuhur Ku masih bersemayam diatas tanah Ku Tidakkah kau tau? Banyak darah yang mengalir diatas tanah Ku sembari kau menikmatinya Tidakkah kau tau? Banyak tangisan yang dibiarkan begitu saja Tidakkah kau tau? Banyak teriakan yang kau bu...

Bedah Buku : Maca Geguritan ing Amerika

         Peluncuran dan bedah Buku “Maca Geguritan Ing Amerika” karya Yosep B. Margono yang diselenggarakan oleh Sanggar Bahasa dan Sastra Smara Muruhita Balai Bahasa Jawa Tengah bekerja sama dengan Fakultas Bahasa dan Budaya Untag Semarang. Acara tersebut diadakan bertepatan pada hari Sumpah Pemuda, Rabu 28 Oktober 2020. Narasumber bedah buku ”Maca Geguritan Ing Amerika” tidak hanya Penulisnya saja namun juga ada Dr. Tengsoe Tjahjono, beliau merupakan Dosen   juga Sastrawan Indonesia yang benar – benar mencintai karya sastra melalui karya tulis yang dihasilkannya. Kegiatan ini dipandu oleh Kustri Sumiyardana, salah satu peneliti Sastra. (Gambar. Yosep Margono @yosepbmargono Instagram Profile)        “Maca Geguritan Ing Amerika” atau dalam bahasa Indonesia berarti “Membaca Puisi di Amerika” merupakan sebuah buku yang secara rinci berisi, Memoar atau pengalaman pribadi penulis selama menempuh pendidikan Sarjana & Pasca Sarjana di Negr...