”Kilau Keemasan di Saireri“ (oleh Maria Novella Wetipo) Gambar. Doc. Pribadi (Tangkapan kamera handphone OPPO A37F) Kau menyapaku saat jumpa pertama kita, Tubuhku tersiram kilau keemasan cahayamu, Wajahku mendadak kaku Laju nafasku tak menentu Pandanganku seakan tak ingin aku palingkan darimu Entahlah, Mengapa kau begitu menakjubkan Ah, kau mengagetkanku sore itu Tanpa kata kau datang menyapaku Kilau keemasan cahayamu bagai senyuman yang tulus Namun, Aku enggan membalasnya Mataku masih tertuju padamu hingga membendung penuh air Lalu Kau tenggelam begitu saja dikejauhan Barat Aku kira kau akan terus menemaniku Kau masih tersenyum padaku hingga pergi perlahan Ooh .. Aku tersadar seketika gelap menghampiri Kilau keemasan cahayamu pun sirna Senyum tulusmu di langit Saireri ku kenang selalu Ternyata Kau milik manusia dan alam Saireri Tetaplah berkilau kelak kita akan berjumpa, di teduhnya Perairan laut Saireri.
"A flower does not think to compete for flower next to it.. it just blooms." Ini ruangku membagi hal - hal yang mekar di dalam pikiranku. Aku ; Setangkai Bunga Kurulu.