Skip to main content

Posts

Showing posts from 2024

Kenangan indah di Langit Perairan Laut Saireri

”Kilau Keemasan di Saireri“ (oleh Maria Novella Wetipo) Gambar. Doc. Pribadi (Tangkapan kamera handphone OPPO A37F) Kau menyapaku saat jumpa pertama kita, Tubuhku tersiram kilau keemasan cahayamu, Wajahku mendadak kaku Laju nafasku tak menentu Pandanganku seakan tak ingin aku palingkan darimu Entahlah, Mengapa kau begitu menakjubkan Ah, kau mengagetkanku sore itu Tanpa kata kau datang menyapaku Kilau keemasan cahayamu bagai senyuman yang tulus Namun, Aku enggan membalasnya Mataku masih tertuju padamu hingga membendung penuh air Lalu Kau tenggelam begitu saja dikejauhan Barat Aku kira kau akan terus menemaniku Kau masih tersenyum padaku hingga pergi perlahan Ooh .. Aku tersadar seketika gelap menghampiri   Kilau keemasan cahayamu pun sirna Senyum tulusmu di langit Saireri ku kenang selalu Ternyata Kau milik manusia dan alam Saireri Tetaplah berkilau kelak kita akan berjumpa, di teduhnya Perairan laut Saireri.

"Saudara tak Sedarah"

Kau bilang aku adalah teman, Kau bilang aku adalah sedarah, Kau bilang aku adalah bagian utuh dari padamu Wahai saudara-ku Dalam cengkramanmu, dalam pangkuanmu,  Banyak tanya yang belum ku temui jawab Banyak keresahan yang belum ku temui penenangnya Wahai saudara-ku Setengah abad, bahkan lebih waktu yang kita lalui bersama Beratap langit dan beralas tanah ku yang subur melimpah Kau sungguh kagum dan menikmatinya Kau bahkan telah menghilangkan nilai sakral daripada tanah Ku Kau bilang aku adalah teman, Kau bilang aku adalah sedarah, Kau bilang aku adalah bagian utuh dari padamu Wahai saudara-ku Kau menghianati Ku Kau beri sebagian tanah Ku kepada orang asing Kau mengeruk tanah Ku sesukamu  Kau sama sekali tidak meminta restu Ku Tidakkah kau tau? Leuhur Ku masih bersemayam diatas tanah Ku Tidakkah kau tau? Banyak darah yang mengalir diatas tanah Ku sembari kau menikmatinya Tidakkah kau tau? Banyak tangisan yang dibiarkan begitu saja Tidakkah kau tau? Banyak teriakan yang kau bu...