Skip to main content

Kenangan indah di Langit Perairan Laut Saireri


”Kilau Keemasan di Saireri“

(oleh Maria Novella Wetipo)

Gambar. Doc. Pribadi (Tangkapan kamera handphone OPPO A37F)

Kau menyapaku saat jumpa pertama kita,
Tubuhku tersiram kilau keemasan cahayamu,
Wajahku mendadak kaku
Laju nafasku tak menentu
Pandanganku seakan tak ingin aku palingkan darimu
Entahlah,
Mengapa kau begitu menakjubkan
Ah, kau mengagetkanku sore itu
Tanpa kata kau datang menyapaku
Kilau keemasan cahayamu bagai senyuman yang tulus
Namun,
Aku enggan membalasnya
Mataku masih tertuju padamu hingga membendung penuh air
Lalu Kau tenggelam begitu saja dikejauhan Barat
Aku kira kau akan terus menemaniku
Kau masih tersenyum padaku hingga pergi perlahan
Ooh ..
Aku tersadar seketika gelap menghampiri
 Kilau keemasan cahayamu pun sirna
Senyum tulusmu di langit Saireri ku kenang selalu
Ternyata Kau milik manusia dan alam Saireri
Tetaplah berkilau
kelak kita akan berjumpa, di teduhnya Perairan laut Saireri.

Comments

Popular posts from this blog

Perempuan, Kekuasaan Global dan Perlawanan atas Perampasan Kehidupan

Sumber Gambar Perempuan, Kekuasaan Global dan Perlawanan atas Perampasan Kehidupan Tema International Women’s Day 2 026 menegaskan dua pesan yang saling melengkapi. Di tingkat resmi, melalui UN Women, dunia mengusung seruan Rights. Justice. Action. For All Women and Girls.  Sementara dalam kampanye global yang lebih luas, muncul semangat Give to Gain  yang menekankan solidaritas, kolaborasi dan saling menguatkan antar perempuan. Kedua tema ini benar-benar sangat berkaitan. Rights, Justice and Action  berbicara tentang kewajiban negara dan struktur kekuasaan untuk menjamin hak serta keadilan melalui kebijakan nyata. Adapun Give to Gain  menegaskan bahwa perubahan tidak hanya lahir dari regulasi, tetapi juga dari keberanian berbagi ruang, akses, pengetahuan dan dukungan di antara sesama perempuan. Di tengah dunia yang masih didominasi kepemimpinan laki-laki dalam pusat kekuasaan politik serta ekonomi global, tema ini menjadi relevan dan mendesak. Data UN Wo...

"Saudara tak Sedarah"

Kau bilang aku adalah teman, Kau bilang aku adalah sedarah, Kau bilang aku adalah bagian utuh dari padamu Wahai saudara-ku Dalam cengkramanmu, dalam pangkuanmu,  Banyak tanya yang belum ku temui jawab Banyak keresahan yang belum ku temui penenangnya Wahai saudara-ku Setengah abad, bahkan lebih waktu yang kita lalui bersama Beratap langit dan beralas tanah ku yang subur melimpah Kau sungguh kagum dan menikmatinya Kau bahkan telah menghilangkan nilai sakral daripada tanah Ku Kau bilang aku adalah teman, Kau bilang aku adalah sedarah, Kau bilang aku adalah bagian utuh dari padamu Wahai saudara-ku Kau menghianati Ku Kau beri sebagian tanah Ku kepada orang asing Kau mengeruk tanah Ku sesukamu  Kau sama sekali tidak meminta restu Ku Tidakkah kau tau? Leuhur Ku masih bersemayam diatas tanah Ku Tidakkah kau tau? Banyak darah yang mengalir diatas tanah Ku sembari kau menikmatinya Tidakkah kau tau? Banyak tangisan yang dibiarkan begitu saja Tidakkah kau tau? Banyak teriakan yang kau bu...

Bedah Buku : Maca Geguritan ing Amerika

         Peluncuran dan bedah Buku “Maca Geguritan Ing Amerika” karya Yosep B. Margono yang diselenggarakan oleh Sanggar Bahasa dan Sastra Smara Muruhita Balai Bahasa Jawa Tengah bekerja sama dengan Fakultas Bahasa dan Budaya Untag Semarang. Acara tersebut diadakan bertepatan pada hari Sumpah Pemuda, Rabu 28 Oktober 2020. Narasumber bedah buku ”Maca Geguritan Ing Amerika” tidak hanya Penulisnya saja namun juga ada Dr. Tengsoe Tjahjono, beliau merupakan Dosen   juga Sastrawan Indonesia yang benar – benar mencintai karya sastra melalui karya tulis yang dihasilkannya. Kegiatan ini dipandu oleh Kustri Sumiyardana, salah satu peneliti Sastra. (Gambar. Yosep Margono @yosepbmargono Instagram Profile)        “Maca Geguritan Ing Amerika” atau dalam bahasa Indonesia berarti “Membaca Puisi di Amerika” merupakan sebuah buku yang secara rinci berisi, Memoar atau pengalaman pribadi penulis selama menempuh pendidikan Sarjana & Pasca Sarjana di Negr...